Rencana impor mobil pick up dan light truck dari India sebanyak 105.000 unit untuk kebutuhan operasional KDMP (koperasi desa merah putih) diminta untuk dihentikan. Sebab, industri otomotif dalam negeri sejatinya mampu menyuplai kebutuhan kendaraan tersebut. Bahkan kebutuhan ribuan kendaraan itu bisa menjadi peluang membuka lapangan pekerjaan di tengah ketidakpastian ekonomi.
Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pusat Moreno Soeprapto mengatakan, impor pick up dari India ini tidak sesuai dengan Asta Cita yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. IMI–induk organsasi bermotor di Indonesia yang juga mengurusi soal mobil modifikasi, rancang bangun kendaraan, builder hingga konversi mobil listrik–berpendapat, kebutuhan kendaraan pick up untuk KDMP itu bisa menjadi peluang baru untuk industri otomotif dalam negeri.
“Dengan melakukan impor 105 ribu unit mobil secara CBU (Completely Built Up) atau secara utuh sudah jadi, dengan nilai hampir Rp 25 triliun, berarti peluang membuka lapangan kerja buat masyarakat Indonesia itu tidak ada. Yang ada, justru memberi lapangan kerja buat India,” kata Moreno dalam keterangan tertulisnya, dikutip Selasa (24/2/2026).












