Konflik Iran dengan Amerika Serikat dan sekutunya kembali memanas setelah Teheran mengklaim berhasil melumpuhkan radar peringatan dini milik AS yang bernilai sekitar USD 1,1 miliar atau setara Rp 17 triliun di Qatar. Radar strategis tersebut berada di Pangkalan Udara Al Udeid, instalasi militer terbesar AS di Timur Tengah.
Serangan ini menjadi sorotan karena dilakukan dalam rangkaian serangan balasan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan Teluk setelah operasi militer besar yang dilakukan Washington dan sekutunya terhadap Iran. Target utama adalah infrastruktur sensor dan komunikasi militer yang menjadi “mata dan telinga” sistem pertahanan rudal AS.
