Gelombang misinformasi oleh kecerdasan buatan (AI) mengenai perang AS-Israel dengan Iran kian marak, bahkan dimonetisasi oleh kreator seiring makin mudahnya akses AI. Tersebar banyak contoh video AI dan citra satelit rekayasa untuk membuat klaim palsu dan menyesatkan tentang konflik tersebut dan meraup ratusan juta penayangan di internet.
“Skalanya benar-benar mengkhawatirkan dan perang ini membuatnya tak mungkin untuk diabaikan lagi,” kata Timothy Graham, pakar media digital di Queensland University of Technology.
“Apa yang dulunya membutuhkan produksi video profesional kini dapat dilakukan dalam hitungan menit dengan AI. Hambatan membuat rekaman konflik sintetis yang meyakinkan pada dasarnya telah runtuh,” ujarnya, dikutip detikINET dari BBC.
