Amerika Serikat dilaporkan merelokasi sebagian dari sistem pertahanan rudal canggih Terminal High-Altitude Area Defense (THAAD) miliknya dari Korea Selatan ke Timur Tengah karena perang Iran. Apakah hal ini akan membuat Korsel lebih rentan diserang Korut?
Pemindahan THAAD dari Korea menunjukkan AS kewalahan dalam sistem pertahanan rudal akibat serangan balasan Iran dan meluasnya konflik Timur Tengah. Satu sistem baterai THAAD terdiri dari radar, pusat kendali taktis, enam peluncur, dan 48 rudal pencegat. Masih belum dipastikan berapa bagian dari satu baterai yang telah dipindahkan.
Presiden Lee Jae Myung mengakui ada pemindahan itu dan Seoul menyampaikan kekhawatirannya ke AS. “Kami telah menyatakan penolakan terhadap penarikan aset pertahanan udara tertentu, namun ini juga sebuah kenyataan bahwa posisi kita tak bisa selalu diakomodasi sepenuhnya di tiap situasi,” katanya.
